Rabu, 08 Mei 2013

seperti mimpi, Bandara Internasional Juanda.

Setelah perjalanan panjang, dan kebetulan besok masih Ujian, akhirnya aku melihat dia berdiri di dekat tulisan "kedatangan domestik" Bandara Internasional Juanda. Dia-- Gadis yang umurnya selisih satu tahun kurang seminggu dari aku itu-- pun spontan langsung meluk aku sambil terisak-isak, tubuhnya bergetar yang seketika ngebuat aku spontan meneteskan air mata. Aku gapernah sebelumnya ngeliat dia nangis seperti itu. Berita yang datang selepas subuh membuatku bungkam dan tidak percaya. Tulang punggung keluarganya meninggalkan dia dan kelurganya terlebih dahulu, aku gabisa bayangin kalo itu yang terjadi pada aku dan keluargaku mungkin aku udah pingsan, depresi. Tidak, Secuil pun aku tak ingin membayangkannya

Bandara, tempat dimana selalu jadi tempat menyenangkan, identik dengan pertemuan dan liburan. Tapi berbeda dengan sore itu. Semua terasa sedih. Aku juga ngerasain yang dirasain mereka, walaupun aku yakin, tidak sedalam yang mereka rasakan. Semua cerita cerita di masa kecil saat rumah kami masih berdekatan seperti terputar lagi, begitu jelas. Aku mandi di rumahnya, siram siraman pake selang didepan cuma pake kaos dalem sama celana pandek, makan disuapin mamahnya, disisirin sama mamahnya, dikepangin rambut aku, makan rujak bareng, itu semua keputer lagi di otakku bersama dengan rasa prihatin mereka. Sore itu, tangis tak hentinya meledak dari ketiga mamahnya teman aku, kakak pertamanya. adiknya, sementara si bungsu hanya terdiam. Sejuta tanya yang ada dipikirannya. Kerasnya tangis tak dipedulikan lagi walaupun di tempat ramai seperti bandar. Seenggaknya bisa kulakuin cuma nepuk nepuk bahunya mamahnya dan sesekali bilang "Sabar yaa, Tante." terus aku sempet meluk sebentar. :')

Kejadian ini sedikit menyadarkan saya (lagi).
Teruntuk kamu. Semuanya pasti bakalan terjadi , kok ke kita juga dan ini hanya masalah waktu. Mungkin dalam hal ini kamu duluan. Semua bakal kembali kepada pemilikNya yang sebenar-benarnya. Dia, yang kamu panggil abah sudah tenang di atas sana. Yakinlah, dia bahagia di samping Allah. Diberi tempat, sebaik-baiknya tempat yang tidak pernah kita bayangkan. Doakan saja. Aku tau, sedari dulu kamu kuat. Kamu jauh lebih kuat dari batang pohon ceri yang sering kita panjat dulu, Kamu jauh lebih tegar dari batu karang dari pantai apapun yang kamu kunjungi. Kamu bahkan jauh lebih kuat daripada yang saya pikirkan, dan kamu pikirkan :) tetep semangat, Kawan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar