IYA, terkadang orang yang datang memberikan pelajaran pada hidup kita dengan cara datang ke dalam hidup kita dan/atau pergi dari kehidupan kita.
Mungkin di umur dengan kepala yang baru, Tuhan ingin menguji seseorang dengan lebih dan lebih kompleks lagi. Agar terbentuk mental yang kebal terhadap hal yang sebenarnya sepele. Agar dirinya sendiri tau bahwa sebenarnya dirinya adalah pribadi yang kuat.
Sepele? Iya.
Kita tidak prlu takut berlebihan, sedih berlebihan, merasa kehilangan berlebihan, kecewa berlebihan. Ini semua dialognya. Bukankah telah DIA tuliskan dalam Firmannya sejak beribu ribu tahun lalu, bajwa DAUN KERING YANG JATUH PUN telah diatur oleh NYA.Kita hanya belum sampai di akhir cerita. Yang telah disiapkan olehNYA dengan begitu indah.
Terkanadang Tuhan iingin memperlihatkan "kenyataan kehidupan dari sisi lain" dengan memisahkan kedua orang tersebut.
Tuhan memberikan pelajaran dengan mendatangkan seseirang pada kita dg tiba-tiba dan tidak jarang pergi dengan cara yang sama.
Tuhan memberikan pelajaran bahwa jangan cepat menilai dan menjudge orang atau mempercayai orang dg cara menjauhkan kita dengan dia, orang yang mulai kita sayangi, yang kita khawatirkan
Tuhan mendatangkan orang tersebut agar bisa melihat sisi lain kota ini, sisi lain dari kehidupan kampus yang bisa dibilang monoton, yang dimana didalamnya berasal dari latar belakang yang kurang lebih sama. Dengan pola pikir yang secara umum, sama.
Tapi Tuhan akhirnya menjauhkan dari orang yang hampir kita sayangi ini, agar lebih menghargai adanya kesempatan lalu menggunakannya dengan baik, mengajarkan aar lebih menghargai orang, menyadarkan agar lebih bisa mengontrol amarah dan seharusnya menunjukkannya dengan cara yg lebih dewasa, dan yang paling penting bahwa Tuhan MENYADARKAN bahwa kita selangkah LEBIH DEKAT dengan orang yang LEBIH BAIK.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar