Selasa, 12 Februari 2013

aku, kau, dan sepucuk angpao merah



Aku meminjam novel ini dari temanku, bukan meminjam sih, lebih tepatnya. Bukunya tertinggal di kosanku dan aku sms dia minta izin untuk membacanya. Maafkan yaa aku menamatkan buku itu deluan daripada yang punya :-) Lagipula tidak apa-apa kan beramal sedikit dengan temanmu yang kesepian ini di kosannya? Anak kosannya sudah pulang ke kampung halaman masing-masing...

Buku ini mengangkat pekerjaan yang jarang banget diceritakan di novel-novel kebanyakan. Latarnya di Kota Pontianak, dan mata pencaharian yang disorot iala Supir sepit :-)) Borno, nama pemuda itu. Yang dipertemukan oleh alam dengan gadis turunan Cina, Mei. Aku suka banget kisah mereka berdua, sangat sangat sederhana. Tapi dalem :-)) Menggemaskan membacanya karena ada saja yang membuat perjanjian mereka tidak terjadi, tapi jujur, itulah kisah sederhana yang romantis :-D Kalo menurutku sih itulah kisah cinta yang manis :-p Apalagi kalimat yang ini....

"Ternyata "kalimat maaf","kalimat penjelasan" bisa tergantikan dengan kebersamaan setengah jam tanpa perlu kalimat-kalimat panjang berbicara"
:-D
Novel dari Tere Liye ini recommended banget, hiburannya dapet, pelajarannya dapet, dan so sweet looh. hihi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar