aku membiarkan rasa rindu dengan tetap membiarkannya ada, ya walaupun nyesek. Aku sengaja membiarkannya, menikmatinya. Dengan membaca chat lama ataupun message yang dulu-dulu :-) Kadang aku sampai iseng membuka conversation di twitter lalu tertawa sendiri :-)
Kadang aku juga mengingat percakapan kita, yang memang kadang tidak penting ---tapi tidak begitu bagiku--- dan aku mengingat kisah-kisah yang kamu ceritakan --yang merupakan hal baru bagiku
Ya, aku seringkali tanpa sengaja melakukan itu :D
Tapi aku sengaja tidak mencoba kontak ataupun menghubungi. Iya. Sengaja. Aku takut. Lebih memilih di- daripada me- :-) bukankah Tuhan akan memberitahukan
kepadanya lewat cara-caraNya yang tak pernah bisa kita jangkau? (menurut artikel yang pernah saya baca)
Sungguh tidak bisa berbuat apa apa. Selain mengalihkannya kalau hal-hal yan di atas sudah kulakukan semua. :-)
mumumumu mbak ajeng jangan galauuuu :D
BalasHapus